Chemoport: Solusi Akses Kemoterapi yang Lebih Nyaman bagi Pasien Kanker

Chemoport: Solusi Akses Kemoterapi yang Lebih Nyaman bagi Pasien Kanker

Menjalani kemoterapi sering kali membutuhkan akses ke pembuluh darah secara berulang untuk pemberian obat. Bagi sebagian pasien, proses ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama ketika harus menjalani pengobatan dalam jangka panjang. Namun, kini terdapat salah satu pilihan yang dapat membantu mempermudah proses tersebut, yaitu chemoport.

Chemoport merupakan alat medis yang ditanam di bawah kulit dan terhubung dengan pembuluh darah besar. Alat ini dirancang untuk mempermudah pemberian obat melalui pembuluh darah, termasuk obat kemoterapi, sehingga pasien tidak perlu selalu mendapatkan akses infus melalui pembuluh darah perifer di tangan atau lengan.

IHC RS Lavalette Malang menyediakan layanan pemasangan chemoport sebagai salah satu pilihan pendukung perawatan pasien yang membutuhkan kemoterapi. Lantas, apa itu chemoport, apa manfaatnya, dan bagaimana prosedur pemasangannya?


Apa Itu Chemoport?

Chemoport, yang juga dikenal sebagai implantable venous access port atau totally implantable venous access device (TIVAD), adalah alat medis berupa ruang kecil atau reservoir yang ditanam di bawah kulit dan terhubung dengan selang tipis fleksibel bernama kateter. Kateter tersebut ditempatkan di dalam pembuluh darah besar.

Chemoport umumnya dipasang di area dada. Bagian port berada di bawah kulit, sedangkan kateternya terhubung ke pembuluh darah besar untuk menjadi jalur pemberian obat langsung ke aliran darah.

Menurut Cancer Research UK (2024), port yang ditanam di bawah kulit dapat digunakan untuk pemberian kemoterapi, obat-obatan, dan cairan tertentu. Ketika dibutuhkan, tenaga medis memasukkan jarum khusus melalui kulit menuju ruang port untuk memberikan obat atau cairan.

Dengan demikian, chemoport dapat menjadi pilihan akses pembuluh darah bagi pasien yang memerlukan terapi intravena berulang, sesuai dengan kondisi medis dan rencana pengobatan yang ditetapkan dokter.


Apa Manfaat Chemoport bagi Pasien Kemoterapi?

Penggunaan chemoport dapat memberikan beberapa manfaat bagi pasien yang membutuhkan kemoterapi dalam jangka panjang.

1. Mengurangi kebutuhan penusukan pembuluh darah berulang

Pasien yang menjalani kemoterapi berulang kali mungkin perlu mendapatkan akses infus melalui pembuluh darah perifer. Chemoport menyediakan jalur akses yang dapat digunakan kembali sesuai kebutuhan, sehingga dapat mengurangi kebutuhan penusukan pembuluh darah perifer setiap kali terapi dilakukan.

Meski demikian, kulit di atas port tetap perlu ditusuk menggunakan jarum khusus setiap kali port digunakan.

2. Membantu meningkatkan kenyamanan selama pengobatan

Penusukan pembuluh darah berulang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian pasien. Dengan adanya jalur akses yang telah terpasang, proses pemberian obat dapat menjadi lebih praktis dan membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat pencarian akses pembuluh darah perifer.

3. Mendukung kemoterapi jangka panjang

Chemoport dirancang untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang selama masih diperlukan dan berfungsi dengan baik. Hal ini dapat membantu pasien yang menjalani beberapa siklus kemoterapi atau membutuhkan pemberian obat melalui pembuluh darah secara berulang.

4. Tidak memiliki selang yang menonjol di luar tubuh saat tidak digunakan

Berbeda dengan beberapa jenis kateter vena sentral yang memiliki bagian selang di luar tubuh, chemoport sepenuhnya berada di bawah kulit. Kondisi ini dapat mempermudah perawatan sehari-hari setelah area pemasangan pulih, meskipun pasien tetap perlu mengikuti petunjuk perawatan dari tenaga medis.

Manfaat tersebut sejalan dengan penjelasan Sousa dkk. (2015) dalam pedoman European Society for Medical Oncology (ESMO), yang menyebutkan bahwa alat akses vena jangka panjang dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat penusukan dan pemasangan akses pembuluh darah berulang pada pasien kanker.


Bagaimana Prosedur Pemasangan Chemoport?

Banyak orang mengira pemasangan chemoport merupakan operasi besar. Padahal, pemasangannya dapat dilakukan melalui prosedur intervensi medis dengan sayatan kecil. Teknik, jenis anestesi, dan durasi tindakan dapat berbeda sesuai kondisi pasien serta metode yang digunakan.

Berdasarkan penjelasan dokter dalam video edukasi IHC RS Lavalette Malang, prosedur pemasangan chemoport di rumah sakit ini meliputi beberapa tahapan berikut.

1. Persiapan sebelum tindakan

Dokter akan mengevaluasi kondisi pasien dan menentukan apakah pemasangan chemoport sesuai dengan kebutuhan pengobatannya. Pasien juga perlu mengikuti instruksi mengenai persiapan sebelum tindakan, termasuk pemeriksaan yang diperlukan dan penggunaan obat-obatan tertentu.

2. Pemberian anestesi lokal

Pada prosedur yang dijelaskan dalam video edukasi, pemasangan dilakukan dengan anestesi atau bius lokal. Tujuannya adalah mengurangi rasa sakit pada area tindakan selama proses pemasangan berlangsung.

3. Pemasangan port dan kateter

Dokter membuat sayatan kecil untuk menempatkan port di bawah kulit, biasanya pada area dada. Kateter kemudian diposisikan agar terhubung dengan pembuluh darah besar.

4. Menggunakan panduan USG dan fluoroskopi

Pemasangan chemoport di IHC RS Lavalette Malang dilakukan dengan panduan ultrasonografi (USG) dan fluoroskopi.

USG membantu dokter melihat pembuluh darah saat melakukan akses, sedangkan fluoroskopi merupakan teknik pencitraan menggunakan sinar-X secara langsung untuk membantu memantau posisi alat selama prosedur.

Penggunaan panduan pencitraan membantu dokter menentukan jalur akses dan memastikan posisi kateter sesuai dengan tujuan pemasangan. Sousa dkk. (2015) juga membahas penggunaan USG untuk membantu akses vena serta fluoroskopi atau metode radiologis lain untuk memastikan posisi ujung kateter.

5. Pemeriksaan posisi dan fungsi alat

Setelah port terpasang, dokter akan memeriksa posisi dan fungsi alat sesuai prosedur yang berlaku. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan chemoport dapat digunakan dengan tepat sebelum dipakai dalam pemberian terapi.

 

Berapa lama pemasangan chemoport berlangsung?

Berdasarkan video edukasi dokter IHC RS Lavalette Malang, prosedur pemasangan chemoport yang dijelaskan memerlukan waktu sekitar **30–40 menit**. Durasi aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi pasien dan kebutuhan tindakan.

 

Apakah Pemasangan Chemoport Aman?

Pemasangan chemoport merupakan prosedur medis yang umum digunakan untuk menyediakan akses pembuluh darah jangka panjang. Penggunaan panduan USG dan fluoroskopi dapat membantu ketepatan akses serta penempatan kateter.

Namun, seperti prosedur medis lainnya, pemasangan chemoport tetap memiliki risiko. Beberapa kemungkinan komplikasi meliputi infeksi, pembekuan darah, sumbatan kateter, perubahan posisi alat, perdarahan, atau masalah pada area pemasangan.

 Dalam penelitian retrospektif yang diterbitkan oleh PubMed pada 2022, yang mengevaluasi pemasangan port dengan panduan USG dan fluoroskopi pada pasien onkologi, peneliti melaporkan tingkat keberhasilan teknis sebesar 99,9% pada 807 port yang diteliti (penelitian tersedia melalui PubMed, PMID: 36060391). Angka tersebut merupakan hasil dari satu penelitian dan tidak dapat dianggap sebagai jaminan hasil untuk setiap pasien atau setiap fasilitas kesehatan.

Karena itu, keputusan pemasangan perlu mempertimbangkan manfaat, risiko, kondisi pembuluh darah, serta kebutuhan terapi masing-masing pasien melalui konsultasi dengan dokter.

 

Bagaimana Cara Merawat Chemoport Setelah Pemasangan?

Perawatan yang tepat membantu menjaga fungsi chemoport dan mengurangi risiko komplikasi. Pasien dan keluarga perlu memahami beberapa hal berikut.

  • Jaga kebersihan area pemasangan. Ikuti petunjuk tenaga medis mengenai perawatan luka, penggunaan balutan, dan kapan area tersebut boleh terkena air.
  • Lakukan pemeriksaan dan perawatan berkala. Chemoport perlu diperiksa serta dibilas (*flushing*) oleh tenaga medis sesuai jadwal dan protokol yang ditetapkan.
  • Jangan menggunakan atau memanipulasi port sendiri. Penggunaan chemoport harus dilakukan oleh tenaga medis terlatih dengan teknik yang sesuai.
  • Kenali tanda komplikasi. Segera hubungi dokter jika muncul demam, kemerahan, bengkak, nyeri yang bertambah, atau cairan keluar dari area pemasangan. Nyeri atau bengkak pada lengan, leher, atau bahu di sisi yang sama juga perlu diperiksa.
  • Ikuti instruksi dokter mengenai aktivitas sehari-hari. Setelah luka pulih, banyak pasien dapat kembali melakukan aktivitas secara bertahap. Namun, waktu pemulihan dan batasan aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Cancer Research UK (2024) menekankan pentingnya pemantauan fungsi port, pembilasan sesuai kebutuhan, serta pelaporan tanda-tanda seperti kemerahan, pembengkakan, nyeri, atau keluarnya cairan dari area pemasangan.

 

Siapa yang Membutuhkan Chemoport?

Chemoport dapat dipertimbangkan bagi pasien yang membutuhkan kemoterapi berulang atau akses intravena jangka panjang. Alat ini juga dapat menjadi pilihan bagi pasien yang mengalami kesulitan mendapatkan akses pembuluh darah perifer.

Meskipun demikian, tidak semua pasien kemoterapi harus menggunakan chemoport. Dokter akan mempertimbangkan jenis obat, durasi pengobatan, kondisi pembuluh darah, riwayat kesehatan, serta pilihan akses intravena lainnya sebelum merekomendasikan alat ini.

Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk menentukan apakah chemoport merupakan pilihan yang sesuai.

 

Layanan Pemasangan Chemoport di IHC RS Lavalette Malang

Untuk mendukung kenyamanan pasien yang menjalani kemoterapi, IHC RS Lavalette Malang menyediakan layanan pemasangan chemoport dengan panduan USG dan fluoroskopi. Berdasarkan video edukasi rumah sakit, tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis radiologi konsultan radiologi intervensi dengan anestesi lokal dan sayatan kecil.

Melalui konsultasi, pasien dan keluarga dapat memperoleh informasi mengenai manfaat chemoport, tahapan pemasangan, risiko yang perlu diketahui, serta perawatan setelah tindakan.

Jika Anda atau anggota keluarga sedang menjalani kemoterapi dan ingin mengetahui apakah chemoport sesuai dengan kebutuhan pengobatan, **jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di IHC RS Lavalette Malang.

Pemilihan akses kemoterapi yang tepat diharapkan dapat membantu mendukung proses pengobatan yang lebih nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien.

 

Daftar Pustaka

  1. Cancer Research UK. (2024, 16 Mei). Portacaths. Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/treatment/chemotherapy/how-you-have/into-your-vein/portacath
  2. Sousa, B., Furlanetto, J., Hutka, M., Gouveia, P., Wuerstlein, R., Mariz, J. M., Pinto, D., & Cardoso, F. (2015). Central venous access in oncology: ESMO Clinical Practice Guidelines. Annals of Oncology, 26(Suppl. 5), v152–v168. https://doi.org/10.1093/annonc/mdv296
  3. Complications of Totally Implantable Central Venous Catheters (Ports) Inserted via the Internal Jugular Vein Under Ultrasound and Fluoroscopy Guidance in Adult Oncology Patients: A Single-Center Experience. (2022). Artikel penelitian tersedia di PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36060391/
  4. Association Professional Committee of Interventional Oncology, Chinese Anti-Cancer Association. (2025). Clinical Practice and Quality Control Guidelines for Totally Implantable Venous Access Ports in Cancer Patients (2024). Sichuan Da Xue Xue Bao Yi Xue Ban, 5*(2), 400–410. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12207032/