Persiapan Sebelum Biopsi pada Proses Perawatan Kanker Payudara
Ketika hasil pemeriksaan payudara seperti mammografi, USG, atau MRI menunjukkan adanya benjolan atau area yang perlu dicurigai, dokter mungkin merekomendasikan biopsi payudara.
Bagi sebagian pasien, mendengar kata “biopsi” dapat menimbulkan rasa khawatir. Apalagi, biopsi sering dikaitkan dengan dugaan kanker. Padahal, biopsi tidak selalu berarti seseorang terkena kanker. Prosedur ini dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dari area yang dicurigai agar dapat diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
American Cancer Society menjelaskan bahwa biopsi merupakan pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan apakah suatu area abnormal pada payudara mengandung sel kanker. Sebagian besar biopsi payudara justru tidak menunjukkan kanker (American Cancer Society, 2026).
Karena itu, persiapan sebelum biopsi penting dilakukan agar pasien memahami prosedur yang akan dijalani, mengetahui hal-hal yang perlu diinformasikan kepada dokter, serta dapat menjalani pemeriksaan dengan lebih tenang.
Apa Itu Biopsi Payudara?
Biopsi payudara adalah prosedur untuk mengambil sebagian kecil jaringan atau sel dari area payudara yang mencurigakan. Sampel tersebut kemudian diperiksa oleh dokter spesialis patologi untuk mengetahui karakteristik jaringan dan apakah terdapat sel kanker.
Biopsi biasanya dilakukan setelah dokter menemukan perubahan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan fisik atau pencitraan, seperti:
- Mammografi
- Ultrasonografi (USG) payudara
- MRI payudara
Hasil biopsi dapat membantu dokter menentukan diagnosis dan merencanakan langkah perawatan berikutnya.
Selain untuk memastikan atau menyingkirkan dugaan kanker, biopsi juga dapat membantu mendiagnosis kondisi payudara yang bukan kanker, seperti fibroadenoma, papiloma intraduktal, mastitis, atau perubahan jaringan lainnya. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan benjolan atau hasil pencitraan yang mencurigakan **tidak boleh langsung dianggap sebagai kanker**.
Mengapa Biopsi Diperlukan dalam Pemeriksaan Kanker Payudara?
Pemeriksaan seperti mammografi, USG, dan MRI dapat membantu menemukan area payudara yang tampak tidak normal. Namun, pemeriksaan pencitraan saja belum tentu dapat memastikan apakah perubahan tersebut bersifat jinak atau ganas.
Biopsi memungkinkan dokter mendapatkan sampel jaringan untuk diperiksa secara mikroskopis.
Pada core needle biopsy (CNB), misalnya, dokter menggunakan jarum berongga untuk mengambil beberapa potongan jaringan dari area yang dicurigai. CNB sering digunakan ketika kanker payudara dicurigai karena dapat memberikan sampel jaringan yang lebih banyak dibandingkan aspirasi jarum halus atau FNA (American Cancer Society, 2026).
Dengan hasil pemeriksaan jaringan tersebut, dokter dapat menentukan diagnosis secara lebih tepat dan mempertimbangkan penanganan selanjutnya.
Jenis Biopsi Payudara yang Mungkin Dilakukan
Tidak semua pasien menjalani jenis biopsi yang sama. Metode yang dipilih bergantung pada ukuran, lokasi, karakteristik area yang dicurigai, hasil pemeriksaan pencitraan, kondisi pasien, serta pertimbangan dokter.
Beberapa jenis biopsi yang dapat digunakan antara lain:
1. Fine Needle Aspiration (FNA/FNAB)
FNA atau FNAB menggunakan jarum yang lebih kecil untuk mengambil sel atau cairan dari area yang diperiksa.
Prosedur ini dapat digunakan pada kondisi tertentu, misalnya untuk mengambil cairan atau memeriksa area tertentu pada payudara.
2. Core Needle Biopsy (CNB)
Pada CNB, dokter menggunakan jarum berongga untuk mengambil beberapa sampel jaringan.
Prosedur ini dapat dilakukan dengan panduan USG, mammografi, atau MRI, tergantung lokasi dan karakteristik area yang akan diperiksa.
3. Vacuum-Assisted Breast Biopsy (VABB)
VABB menggunakan perangkat berbantuan vakum untuk mengambil beberapa sampel jaringan melalui satu titik masuk jarum.
Metode ini termasuk dalam kelompok biopsi jarum dan dapat digunakan pada kondisi tertentu sesuai pertimbangan dokter.
4. Biopsi Bedah
Pada biopsi bedah, dokter mengambil sebagian atau seluruh area yang dicurigai melalui tindakan operasi.
American Cancer Society menjelaskan bahwa biopsi bedah dapat berupa incisional biopsy, yaitu mengambil sebagian jaringan abnormal, atau excisional biopsy, yaitu mengangkat seluruh area abnormal tertentu.
Penting: tidak ada satu jenis biopsi yang paling sesuai untuk semua pasien. Dokter akan menentukan metode berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing pasien.
Apa Saja Persiapan Sebelum Biopsi Payudara?
Persiapan dapat berbeda bergantung pada jenis biopsi yang dilakukan. Karena itu, pasien sebaiknya mengikuti instruksi dari dokter dan fasilitas kesehatan tempat biopsi dilakukan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Konsultasikan dengan Dokter
Langkah pertama adalah memahami mengapa biopsi direkomendasikan.
Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter mengenai:
- Mengapa saya perlu menjalani biopsi?
- Jenis biopsi apa yang direkomendasikan?
- Bagaimana prosedurnya dilakukan?
- Apakah menggunakan anestesi lokal atau jenis anestesi lainnya?
- Berapa lama prosedur berlangsung?
- Apa yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah biopsi?
- Kapan hasil biopsi dapat diketahui?
- Apa langkah selanjutnya setelah hasil biopsi keluar?
American Cancer Society juga menyarankan pasien menanyakan bagaimana area yang dicurigai akan ditemukan, apakah diperlukan pemasangan penanda atau clip, kemungkinan efek setelah tindakan, serta kapan dapat kembali beraktivitas.
Memahami prosedur sejak awal dapat membantu pasien mempersiapkan diri secara lebih baik.
2. Informasikan Semua Obat yang Sedang Dikonsumsi
Sebelum biopsi, beri tahu dokter mengenai semua obat, vitamin, dan suplemen yang sedang dikonsumsi.
Hal ini sangat penting terutama jika Anda menggunakan obat yang dapat memengaruhi pembekuan darah, seperti aspirin atau obat pengencer darah tertentu.
Pada beberapa jenis biopsi, dokter mungkin meminta pasien menghentikan obat tertentu untuk sementara waktu guna mengurangi risiko perdarahan. Namun, jangan menghentikan obat pengencer darah atas keputusan sendiri.
Lama penghentian obat, jika memang diperlukan, harus ditentukan oleh dokter dengan mempertimbangkan jenis obat dan kondisi kesehatan pasien. Disarankan untuk memberi tahu dokter mengenai seluruh obat dan suplemen sebelum biopsi.
3. Sampaikan Riwayat Alergi dan Kondisi Kesehatan
Informasikan kepada dokter apabila memiliki alergi terhadap:
- Obat tertentu;
- Obat anestesi;
- Bahan kontras, jika pemeriksaan menggunakan kontras;
- atau bahan lainnya.
Sampaikan juga apabila memiliki kondisi medis tertentu, sedang mengalami sakit, baru menjalani operasi, atau memiliki kondisi kesehatan lain yang perlu diperhatikan.
Informasi tersebut membantu tim medis menentukan persiapan dan prosedur yang paling aman bagi pasien.
4. Informasikan Jika Ada Kemungkinan Hamil
Jika terdapat kemungkinan sedang hamil, beri tahu dokter sebelum menjalani pemeriksaan atau prosedur tertentu.
Hal ini terutama penting apabila biopsi menggunakan metode pencitraan tertentu atau melibatkan pemeriksaan MRI dengan bahan kontras. RadiologyInfo merekomendasikan pasien memberi tahu dokter apabila sedang hamil atau terdapat kemungkinan kehamilan sebelum prosedur.
5. Perhatikan Aturan Makan dan Minum
Tidak semua biopsi payudara membutuhkan puasa.
Pada sebagian besar biopsi jarum, persiapan yang dibutuhkan relatif minimal. Namun, jika prosedur dilakukan dengan sedasi atau jenis anestesi tertentu, dokter dapat memberikan instruksi khusus mengenai makan dan minum sebelum tindakan.
Kebutuhan puasa bergantung pada jenis prosedur dan instruksi fasilitas kesehatan. Karena itu, **ikuti petunjuk dari dokter atau rumah sakit dan jangan berpuasa sendiri tanpa instruksi**.
6. Gunakan Pakaian yang Nyaman
Pada hari tindakan, gunakan pakaian yang nyaman dan mudah dikenakan atau dilepas.
Pasien mungkin diminta mengganti pakaian dengan pakaian khusus rumah sakit selama prosedur. Untuk beberapa prosedur pencitraan, pasien juga mungkin diminta melepas perhiasan atau benda logam tertentu.
Pada biopsi yang menggunakan panduan MRI, misalnya, aturan terkait benda logam perlu diperhatikan karena MRI menggunakan medan magnet yang kuat.
7. Hindari Penggunaan Produk Tertentu pada Area Payudara Jika Diminta
Untuk biopsi yang menggunakan panduan mammografi atau pemeriksaan pencitraan tertentu, pasien mungkin diminta tidak menggunakan deodorant, bedak, lotion, atau parfum pada area payudara dan ketiak sebelum pemeriksaan.
Hal ini dapat membantu mencegah benda atau bahan tertentu mengganggu hasil pencitraan. Instruksi tersebut terutama berlaku pada prosedur yang menggunakan panduan sinar-X/mammografi dan dapat berbeda sesuai fasilitas kesehatan.
8. Siapkan Dukungan dari Keluarga atau Orang Terdekat
Rasa cemas sebelum biopsi merupakan hal yang wajar.
Berbicara dengan pasangan, keluarga, atau orang yang dipercaya dapat membantu mengurangi kekhawatiran. Pasien juga dapat meminta pendamping untuk menemani selama proses pemeriksaan jika fasilitas kesehatan mengizinkan.
Jika biopsi dilakukan dengan sedasi, pasien mungkin membutuhkan seseorang untuk mengantar pulang setelah tindakan.
9. Persiapkan Diri Secara Emosional
Kekhawatiran terbesar pasien biasanya adalah kemungkinan hasil biopsi menunjukkan kanker.
Namun, perlu diingat bahwa biopsi dilakukan untuk mencari kepastian diagnosis, bukan berarti dokter sudah memastikan pasien menderita kanker.
Sebagian besar biopsi payudara tidak menunjukkan kanker. Karena itu, usahakan tidak membuat kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan keluar.
Jika rasa cemas terasa berat, pasien dapat membicarakannya dengan dokter atau tenaga kesehatan. Dukungan psikologis maupun dukungan keluarga juga dapat membantu pasien menghadapi proses diagnosis dan perawatan.
10. Siapkan Pertanyaan Sebelum Datang ke Rumah Sakit
Ketika mendapatkan banyak informasi sekaligus, pasien mungkin lupa hal-hal yang ingin ditanyakan.
Agar konsultasi lebih efektif, tuliskan pertanyaan sebelum datang. Misalnya:
- Apa jenis biopsi yang akan saya jalani?
- Apakah saya perlu menghentikan obat tertentu?
- Apakah saya perlu puasa?
- Apakah saya boleh pulang setelah tindakan?
- Kapan hasil biopsi dapat diketahui?
- Apa yang perlu saya lakukan setelah biopsi?
Membawa catatan atau daftar obat yang sedang dikonsumsi juga dapat membantu dokter memperoleh informasi yang lebih lengkap.
Apakah Biopsi Payudara Sakit?
Kekhawatiran mengenai rasa sakit merupakan hal yang cukup umum.
Pada biopsi jarum, dokter umumnya memberikan anestesi lokal untuk membuat area tindakan mati rasa. Pasien mungkin merasakan suntikan anestesi, tekanan, atau sensasi saat jaringan diambil, tetapi tingkat ketidaknyamanan dapat berbeda pada setiap orang.
Setelah prosedur, sebagian pasien dapat mengalami memar, bengkak, atau rasa nyeri ringan di area biopsi. Keluhan tersebut umumnya dapat membaik seiring waktu.
Dokter atau tenaga kesehatan akan memberikan petunjuk mengenai perawatan area biopsi dan aktivitas yang perlu dibatasi setelah tindakan.
Apa yang Terjadi Setelah Biopsi?
Sampel jaringan yang diambil akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa oleh dokter spesialis patologi.
Hasil pemeriksaan inilah yang akan membantu dokter menentukan apakah jaringan tersebut menunjukkan kanker atau kondisi lainnya.
Hasil biopsi tidak selalu dapat diperoleh pada hari yang sama. Waktu keluarnya hasil dapat berbeda bergantung pada jenis pemeriksaan dan analisis laboratorium yang diperlukan.
Jika hasil menunjukkan adanya kanker, pemeriksaan lebih lanjut terhadap jaringan dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik kanker dan membantu menentukan pilihan terapi yang sesuai.
Apakah Benjolan Payudara Berarti Kanker?
Belum tentu.
Benjolan atau perubahan pada payudara dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, baik jinak maupun ganas.
Karena itu, ketika dokter merekomendasikan biopsi, jangan langsung menganggap bahwa hasilnya pasti kanker.
Biopsi justru dilakukan untuk mendapatkan **kepastian diagnosis** sehingga dokter dapat menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya berdasarkan dugaan dari pemeriksaan fisik atau pencitraan.
Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter Setelah Biopsi?
Setelah biopsi, ikuti seluruh petunjuk perawatan yang diberikan oleh dokter.
Hubungi fasilitas kesehatan apabila muncul keluhan yang mengkhawatirkan, misalnya perdarahan yang tidak terkendali, pembengkakan yang semakin berat, nyeri yang tidak membaik, tanda infeksi, atau kondisi lain yang menurut Anda tidak normal.
Jangan ragu untuk bertanya kepada tim medis mengenai keluhan yang muncul setelah prosedur.
Persiapan sebelum biopsi payudara tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesiapan informasi dan emosional.
Sebelum menjalani biopsi, pastikan Anda memahami alasan pemeriksaan, jenis biopsi yang akan dilakukan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, riwayat alergi dan kondisi kesehatan, serta aturan khusus mengenai makan dan minum jika ada.
Yang tidak kalah penting, jangan menghentikan obat tertentu atau melakukan persiapan khusus tanpa instruksi dokter. Persiapan setiap pasien dapat berbeda sesuai jenis biopsi, kondisi kesehatan, dan metode yang digunakan.
Biopsi merupakan salah satu langkah penting untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti ketika terdapat area payudara yang mencurigakan. Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan langkah perawatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Jika Anda menemukan benjolan atau perubahan pada payudara, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Kenali perubahan pada payudara dan lakukan pemeriksaan sedini mungkin.
Daftar Pustaka
- American Cancer Society. (2026). Breast Biopsy. American Cancer Society.
- American Cancer Society. (2026). Core Needle Biopsy of the Breast. American Cancer Society.
- American Cancer Society. (2026). Surgical Breast Biopsy. American Cancer Society.
- American Cancer Society. (2026). Fine Needle Aspiration (FNA) of the Breast. American Cancer Society.
- Radiological Society of North America (RSNA) & American College of Radiology (ACR). (2026). Breast Biopsy (Ultrasound-Guided). RadiologyInfo.org.
- Radiological Society of North America (RSNA) & American College of Radiology (ACR). (2026). Breast Biopsy (MRI-Guided). RadiologyInfo.org.
- Radiological Society of North America (RSNA) & American College of Radiology (ACR). (2026). Breast Biopsy (X-ray Guided – Stereotactic). RadiologyInfo.org.
- Radiological Society of North America (RSNA) & American College of Radiology (ACR). (2024). Biopsy Overview. RadiologyInfo.org.
- Joe, B. N., & Esserman, L. J. (2026). *Breast Biopsy*. UpToDate. Diakses oleh American Cancer Society pada 2026.
Ditinjau Oleh
dr. Ida Ayu Putri Astiti, Sp.Onk.Rad
