5 Tips Mengatasi Rambut Rontok Akibat Kemoterapi, Pasien Kanker Wajib Tahu
Rambut rontok akibat kemoterapi dapat memengaruhi kepercayaan diri. Kenali 5 tips merawat rambut dan kulit kepala selama kemoterapi bersama Cancer Center IHC RS Lavalette Malang.
Rambut Rontok Akibat Kemoterapi, Apakah Normal?
Menjalani kemoterapi bukan hanya menghadapi proses pengobatan kanker, tetapi juga berbagai perubahan pada tubuh. Salah satu efek samping yang cukup sering dikhawatirkan pasien adalah rambut rontok akibat kemoterapi.
Kemoterapi bekerja dengan menggunakan obat-obatan untuk menghambat atau menghentikan perkembangan sel kanker. Karena obat kemoterapi bekerja pada sel yang tumbuh dan membelah dengan cepat, sel normal tertentu juga dapat terdampak, termasuk sel pada folikel rambut. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan rambut menjadi lebih tipis atau rontok.
Kerontokan dapat terjadi pada rambut kepala maupun bagian tubuh lainnya, seperti alis, bulu mata, ketiak, dan area tubuh tertentu. Tingkat kerontokan tidak selalu sama pada setiap pasien karena dipengaruhi oleh jenis obat, dosis, kombinasi kemoterapi, serta kondisi masing-masing pasien.
Bagi pasien yang sedang menjalani kemoterapi, memahami cara merawat rambut dan kulit kepala dapat membantu menghadapi perubahan tersebut dengan lebih nyaman.
Mengapa Kemoterapi Bisa Menyebabkan Rambut Rontok?
Folikel rambut termasuk jaringan yang memiliki aktivitas pertumbuhan cukup cepat. Ketika obat kemoterapi memengaruhi sel-sel yang sedang aktif membelah, pertumbuhan rambut dapat ikut terganggu.
Rambut dapat mulai menipis atau rontok setelah beberapa waktu sejak kemoterapi dimulai. Pada sebagian pasien, kerontokan dapat terjadi secara bertahap, sedangkan pada pasien lainnya dapat berlangsung lebih cepat.
Kondisi ini umumnya bersifat sementara. Namun, pertumbuhan rambut kembali dapat berbeda pada setiap orang. Dokter dapat memberikan penjelasan yang lebih spesifik berdasarkan jenis kanker dan obat kemoterapi yang digunakan.
5 Tips Mengatasi Rambut Rontok Akibat Kemoterapi
1. Konsultasikan dengan Dokter Sebelum Menggunakan Produk Perawatan Rambut
Langkah pertama yang penting adalah membicarakan perubahan rambut kepada dokter atau tim medis yang menangani pengobatan kanker Sobat Lava.
Dokter dapat menjelaskan kemungkinan efek samping dari regimen kemoterapi yang diberikan, termasuk kemungkinan rambut rontok dan kapan biasanya kondisi tersebut mulai terjadi.
Hindari langsung menggunakan obat penumbuh rambut, suplemen, atau produk perawatan tertentu tanpa berkonsultasi. Produk yang terlihat aman belum tentu sesuai dengan kondisi pasien yang sedang menjalani terapi kanker.
Jika Sobat Lava sedang mencari pengobatan kanker, konsultasi dengan dokter yang menangani kanker dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
2. Tanyakan tentang Scalp Cooling atau Cold Cap
Perkembangan perawatan suportif kanker menghadirkan salah satu pilihan yang dikenal sebagai scalp cooling atau cold cap.
Metode ini dilakukan dengan mendinginkan kulit kepala selama periode tertentu sebelum, selama, dan setelah pemberian kemoterapi. Pendinginan bertujuan mengurangi aliran darah menuju folikel rambut sehingga paparan obat kemoterapi pada folikel rambut dapat berkurang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa scalp cooling dapat membantu mengurangi tingkat kerontokan rambut pada pasien tertentu. Trujillo-MartÃn et al. (2023) dalam tinjauan sistematis dan meta-analisis melaporkan manfaat scalp cooling dalam pencegahan kerontokan rambut akibat kemoterapi.
Namun, metode ini tidak menjamin rambut tidak rontok dan tidak cocok untuk semua jenis kanker maupun regimen kemoterapi. Oleh sebab itu, pasien perlu mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter onkologi.
3. Rawat Kulit Kepala dengan Lembut
Ketika rambut mulai menipis, kulit kepala akan menjadi lebih terbuka dan pada sebagian pasien dapat terasa lebih sensitif.
Perawatan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan sampo yang lembut.
- Hindari menggosok kulit kepala terlalu kuat.
- Jangan menggaruk kulit kepala meskipun terasa gatal.
- Keringkan rambut dengan menepuk menggunakan handuk, bukan menggosoknya.
- Kurangi penggunaan alat pengering atau penata rambut bersuhu tinggi.
- Hindari produk rambut yang dapat menyebabkan iritasi.
- Lindungi kulit kepala dari paparan sinar matahari berlebihan.
Jika kulit kepala mengalami luka, kemerahan, nyeri, pembengkakan, atau keluhan yang tidak kunjung membaik, segera sampaikan kepada tim medis.
4. Gunakan Wig, Topi, atau Scarf yang Nyaman
Rambut merupakan bagian dari penampilan sehingga kerontokan dapat memberikan dampak emosional bagi pasien.
Jika merasa lebih nyaman menggunakan penutup kepala, Sobat Lava dapat memilih topi atau scarf dengan bahan yang lembut dan tidak terlalu ketat. Selain membantu menjaga penampilan, penutup kepala juga dapat memberikan perlindungan terhadap sinar matahari dan udara dingin.
Wig atau hairpiece juga dapat menjadi pilihan. Pilihlah bahan yang ringan dan nyaman agar tidak memberikan tekanan atau gesekan berlebihan pada kulit kepala.
Tidak ada cara yang paling benar dalam menghadapi perubahan penampilan selama kemoterapi. Pilihlah yang membuat Sobat Lava merasa nyaman dan percaya diri.
5. Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Jaga Kondisi Tubuh
Selama menjalani kemoterapi, tubuh membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup untuk mendukung proses pengobatan dan pemulihan.
Konsumsi makanan bergizi seimbang sesuai dengan kondisi dan anjuran dokter atau ahli gizi. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi dan usahakan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Aktivitas fisik ringan juga dapat dilakukan apabila kondisi tubuh memungkinkan dan telah mendapatkan persetujuan dari dokter.
Perlu diingat, mengonsumsi vitamin atau suplemen tertentu tidak otomatis membuat rambut tumbuh lebih cepat. Jangan mengonsumsi suplemen dosis tinggi tanpa rekomendasi tenaga kesehatan karena beberapa zat dapat berinteraksi dengan pengobatan kanker.
Apakah Rambut Akan Tumbuh Kembali Setelah Kemoterapi?
Pertanyaan ini cukup sering muncul dari pasien dan keluarga.
Pada banyak kasus, rambut akan mulai tumbuh kembali setelah rangkaian kemoterapi selesai. Namun, waktu pertumbuhannya dapat berbeda-beda.
Rambut yang tumbuh kembali terkadang memiliki tekstur yang berbeda, misalnya terasa lebih keriting atau lebih tipis dibandingkan sebelumnya. Perubahan tersebut dapat bersifat sementara maupun menetap, tergantung pada kondisi dan jenis terapi yang diterima.
Karena respons setiap pasien berbeda, dokter dapat membantu memantau kondisi rambut dan kulit kepala selama masa pengobatan maupun setelah terapi selesai.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Rambut rontok merupakan salah satu efek samping kemoterapi yang dapat terjadi, tetapi bukan berarti semua perubahan pada kulit kepala boleh diabaikan.
Segera konsultasikan kepada dokter apabila mengalami:
- Kulit kepala luka atau bernanah;
- Kemerahan atau pembengkakan;
- Rasa nyeri atau gatal yang berat;
- Kulit kepala mengelupas secara berlebihan;
- Kerontokan yang sangat mengganggu;
- Rambut tidak kunjung tumbuh kembali setelah pengobatan selesai; atau
- Kekhawatiran mengenai efek samping kemoterapi lainnya.
Jangan menghentikan atau mengubah jadwal kemoterapi hanya karena mengalami kerontokan rambut. Diskusikan setiap keluhan dengan dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Perawatan Kanker Terintegrasi di Cancer Center IHC RS Lavalette Malang
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kanker di Malang, IHC RS Lavalette memiliki Cancer Center yang menyediakan layanan diagnosis dan perawatan kanker secara terpadu.
Layanan yang tersedia meliputi diagnosis dan penilaian, operasi onkologi, kemoterapi, radioterapi, brakiterapi, serta skrining untuk beberapa jenis kanker. Pelayanan kemoterapi dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis onkologi dan didukung perawat yang terlatih dan bersertifikat.
IHC RS Lavalette juga menyediakan layanan pemasangan dan perawatan chemoport, yaitu perangkat akses pembuluh darah yang dapat digunakan untuk pemberian kemoterapi pada pasien tertentu.
Dengan demikian, pasien tidak hanya mendapatkan terapi untuk menangani kanker, tetapi juga dapat memperoleh edukasi mengenai berbagai efek samping dan perawatan selama menjalani pengobatan.
Jangan Hadapi Efek Samping Kemoterapi Sendirian
Rambut rontok mungkin merupakan perubahan yang terlihat dari luar, tetapi dampaknya dapat dirasakan secara emosional. Merasa sedih, cemas, atau kurang percaya diri selama menjalani kemoterapi merupakan hal yang dapat dialami oleh pasien.
Dukungan keluarga dan komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan dapat membantu pasien menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang.
Jika Sobat Lava atau keluarga sedang menjalani kemoterapi dan mengalami rambut rontok atau efek samping lainnya, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter sebelum mencoba pengobatan atau produk perawatan sendiri.
Jika Anda membutuhkan konsultasi, pemeriksaan, atau layanan kemoterapi di Malang, IHC RS Lavalette melalui Cancer Center siap memberikan pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.
Ditinjau oleh
