Vertigo: Pusing Berputar yang Tidak Boleh Diabaikan

Vertigo: Pusing Berputar yang Tidak Boleh Diabaikan

Pernah merasa dunia seperti berputar, padahal Sobat Lava sedang diam? Kondisi ini dikenal sebagai vertigo. Berbeda dengan pusing biasa, vertigo bisa membuat penderitanya kehilangan keseimbangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, terutama di telinga bagian dalam atau otak.


Apa Itu Vertigo?

Vertigo adalah sensasi seolah-olah lingkungan di sekitar Sobat Lava bergerak atau berputar. Kondisi ini sering disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, hingga kesulitan berdiri.

Menurut Bhattacharyya et al. (2017), vertigo paling sering disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular di telinga bagian dalam yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.


Penyebab Vertigo yang Perlu Diketahui

Vertigo dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, di antaranya:

1. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

Merupakan penyebab vertigo paling umum. Terjadi akibat perubahan posisi kepala secara tiba-tiba.

2. Infeksi Telinga (Labirinitis atau Vestibular Neuritis)

Infeksi dapat mengganggu saraf keseimbangan.

3. Penyakit Meniere

Ditandai dengan vertigo berulang, telinga berdenging, dan gangguan pendengaran.

4. Migrain Vestibular

Vertigo yang berkaitan dengan migrain.

5. Gangguan pada Otak

Seperti stroke atau tumor, meskipun jarang, bisa menyebabkan vertigo yang serius.

Menurut Furman & Cass (2016), penting untuk membedakan vertigo perifer (dari telinga) dan vertigo sentral (dari otak) karena penanganannya berbeda.


Gejala Vertigo yang Sering Dialami

Gejala vertigo bisa bervariasi, antara lain:

  • Sensasi berputar atau melayang
  • Kehilangan keseimbangan
  • Mual dan muntah
  • Keringat berlebih
  • Gerakan mata tidak normal (nystagmus)
  • elinga berdenging (tinnitus)

Jika gejala berlangsung lama atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter.


Cara Mengatasi Vertigo

Penanganan vertigo tergantung pada penyebabnya. Beberapa cara yang umum dilakukan meliputi:

1. Terapi Reposisi (Epley Maneuver)

Digunakan untuk mengatasi BPPV dengan mengembalikan posisi kristal di telinga.

2. Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat anti-mual, antihistamin, atau penenang vestibular.

3. Istirahat yang Cukup

Menghindari gerakan mendadak dapat membantu meredakan gejala.

4. Terapi Fisik (Vestibular Rehabilitation)

Latihan khusus untuk meningkatkan keseimbangan.

Menurut Hall et al. (2020), terapi vestibular terbukti efektif dalam mengurangi gejala vertigo dan meningkatkan kualitas hidup pasien.


Tips Mencegah Vertigo Kambuh

Agar vertigo tidak sering kambuh, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:

  • Hindari perubahan posisi kepala secara tiba-tiba
  • Kelola stres dengan baik
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh
  • Tidur yang cukup dan teratur
  • Batasi konsumsi kafein dan garam


Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri jika Anda mengalami:

  • Vertigo yang berlangsung lama atau sering kambuh
  • Disertai gangguan penglihatan atau bicara
  • Kelemahan pada salah satu sisi tubuh
  • Sakit kepala hebat

Gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius.


Vertigo adalah kondisi yang bisa sangat mengganggu, tetapi dapat ditangani dengan tepat jika diketahui penyebabnya. Jangan abaikan gejala yang muncul, terutama jika terjadi berulang atau semakin parah.

Dengan penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup, vertigo dapat dikontrol sehingga Sobat Lava bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.


Jadwal Praktik Dokter Spesialis Saraf IHC RS Lavalette


Daftar Pustaka

  1. Bhattacharyya, N., et al. (2017). Clinical Practice Guideline: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Update). Otolaryngology–Head and Neck Surgery.
  2. Furman, J. M., & Cass, S. P. (2016). Vestibular Disorders: A Case-Study Approach. Oxford University Press.
  3. Hall, C. D., et al. (2020). Vestibular Rehabilitation for Peripheral Vestibular Hypofunction. Journal of Neurologic Physical Therapy.
  4. Mayo Clinic. (2023). Vertigo: Symptoms and Causes.
  5. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). (2022). Balance Disorders.

Hubungi Kami