Diet Saat Pengobatan Kanker: Panduan Nutrisi untuk Menjaga Kekuatan Tubuh Selama Terapi

Diet Saat Pengobatan Kanker: Panduan Nutrisi untuk Menjaga Kekuatan Tubuh Selama Terapi

Mengapa Diet Penting Saat Menjalani Pengobatan Kanker?

Makanan yang kita konsumsi berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Nutrisi yang cukup membantu tubuh mempertahankan kekuatan, memperbaiki jaringan, dan menjaga daya tahan selama menjalani aktivitas sehari-hari. Hal ini menjadi semakin penting bagi seseorang yang sedang menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau radioterapi.

Namun, terapi kanker sering menimbulkan berbagai efek samping yang memengaruhi pola makan, seperti mual, perubahan rasa makanan, mulut kering, hingga gangguan pencernaan. Kondisi ini dapat menyebabkan pasien sulit memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Menurut Cares et al. (2026), kekurangan nutrisi selama terapi kanker dapat menurunkan efektivitas pengobatan serta meningkatkan risiko komplikasi dan kematian pada pasien kanker.

Karena itu, menjaga asupan kalori, protein, dan cairan sangat penting untuk membantu tubuh tetap kuat selama proses pengobatan.

 

Perubahan Berat Badan pada Pasien Kanker

Perubahan berat badan merupakan salah satu hal yang sering terjadi selama pengobatan kanker. Beberapa pasien mengalami penurunan berat badan karena berkurangnya nafsu makan atau efek samping terapi.

Jika pasien mengalami penurunan berat badan lebih dari sekitar 1,5 kg dalam satu minggu, kondisi ini perlu diperhatikan oleh tenaga medis. Penurunan berat badan yang tidak direncanakan dapat menyebabkan hilangnya massa otot dan menurunkan stamina tubuh.

Oleh karena itu, pasien kanker dianjurkan untuk tetap menjaga asupan nutrisi agar tubuh tidak kehilangan energi selama menjalani terapi.

 

Nafsu Makan Menurun Saat Terapi Kanker

Salah satu keluhan paling umum pada pasien kanker adalah hilangnya nafsu makan. Kondisi ini bisa terjadi akibat efek obat, perubahan metabolisme tubuh, atau gangguan pada sistem pencernaan.

Beberapa tips yang dapat membantu meningkatkan asupan nutrisi antara lain:

  • Konsumsi porsi kecil tetapi lebih sering sepanjang hari.
  • Simpan sebagian makanan dari waktu makan utama untuk camilan tambahan.
  • Kombinasikan makanan berprotein dan karbohidrat, seperti roti dan keju.
  • Pilih makanan dengan kalori tinggi dan bernutrisi.
  • Ciptakan suasana makan yang nyaman, misalnya makan bersama keluarga.

Cara ini dapat membantu pasien tetap mendapatkan energi meskipun nafsu makan sedang menurun.

 

Cara Mengatasi Mual dan Muntah Saat Pengobatan Kanker

Kemoterapi dan radioterapi dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan sehingga menimbulkan mual dan muntah.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan ini antara lain:

  • Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti roti putih, nasi, atau kentang.
  • Hindari makanan dengan aroma yang terlalu kuat.
  • Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
  • Minum cairan secara perlahan di antara waktu makan.
  • Gunakan peralatan makan dari plastik atau bambu untuk mengurangi rasa logam pada makanan.

Jika mual terasa berat, dokter biasanya akan memberikan obat anti-mual untuk membantu mengontrol gejala.

 

Mengatasi Mulut Kering Saat Terapi Kanker

Beberapa jenis terapi kanker dapat menyebabkan produksi air liur berkurang, sehingga menimbulkan mulut kering dan tidak nyaman.

Untuk mengatasinya, pasien dapat mencoba beberapa tips berikut:

  • Perbanyak minum air putih.
  • Mengunyah permen karet tanpa gula untuk merangsang produksi air liur.
  • Mengonsumsi makanan lunak seperti telur, alpukat, atau saus apel.
  • Menggunakan pelembap bibir untuk mencegah bibir kering.
  • Menjaga kelembapan mulut juga penting untuk mencegah luka atau infeksi di rongga mulut.

Perubahan Rasa Makanan pada Pasien Kanker

Selama pengobatan kanker, sebagian pasien mengalami perubahan atau bahkan hilangnya rasa makanan. Hal ini dapat membuat makanan terasa kurang menarik.

Untuk mengatasi kondisi ini, beberapa strategi yang bisa dilakukan adalah:

  • Menambahkan bumbu atau rempah agar rasa makanan lebih kuat.
  • Mengonsumsi sumber protein selain daging, seperti tahu, tempe, atau kacang-kacangan.
  • Mengunyah permen atau permen karet untuk membantu mengubah rasa di mulut.
  • Menyajikan makanan yang tampak menarik dan menggugah selera.

Mengatasi Nyeri Mulut dan Tenggorokan

Kemoterapi atau radioterapi terkadang menyebabkan sariawan atau radang tenggorokan sehingga makan terasa menyakitkan.

Untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan:

  • Konsumsi makanan lembut dan mudah ditelan seperti pisang atau kentang tumbuk.
  • Hindari makanan pedas atau asam.
  • Pilih makanan dengan suhu hangat atau suhu ruang, bukan terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Haluskan makanan menggunakan blender jika diperlukan.
  • Gunakan obat pereda nyeri sebelum makan sesuai anjuran dokter.
  • Mengatasi Diare dan Sembelit
  • Gangguan pada sistem pencernaan juga sering terjadi selama pengobatan kanker.

Jika mengalami diare

  • Konsumsi makanan rendah serat dan mudah dicerna.
  • Hindari kafein dan alkohol.
  • Batasi konsumsi produk susu.
  • Perbanyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi.

Jika mengalami sembelit

  • Minum cukup air minimal 2 liter per hari.
  • Konsumsi buah seperti prune atau jus prune.
  • Tingkatkan aktivitas fisik ringan jika memungkinkan.
  • Gunakan pelunak tinja sesuai anjuran dokter.
  • Pentingnya Dukungan Nutrisi Selama Pengobatan Kanker

Menjaga pola makan yang baik selama terapi kanker membantu tubuh tetap kuat menghadapi efek samping pengobatan. Nutrisi yang cukup dapat membantu:

  • Mempertahankan massa otot,
  • Meningkatkan daya tahan tubuh,
  • Mempercepat pemulihan,
  • serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Selain itu, perubahan pola makan dan gaya hidup juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis pada penyintas kanker di kemudian hari (Cares et al., 2026).

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda atau keluarga yang sedang menjalani terapi kanker mengalami:

  • Penurunan berat badan drastis,
  • Mual atau muntah berat,
  • Kesulitan makan atau minum,
  • Diare atau sembelit berkepanjangan,

segera konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi klinis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Nutrisi yang baik adalah bagian penting dari proses pengobatan kanker. Dengan pola makan yang tepat dan dukungan tim medis, pasien dapat menjalani terapi dengan lebih kuat dan optimal.

 

Daftar Pustaka

  • Cares, K., Bryner, A., DiPiazza, B., Chakos, K., Schmidt, M. L., & Gabel, K. (2026). Diet and Exercise Interventions in Pediatric Cancer Survivors and Effects on Cardiometabolic Disease Risk and Inflammaging Biomarkers: A Systematic Review. Advances in Nutrition, 17, 100605.
  • Bhakta, N., Liu, Q., Ness, K. K., et al. (2017). The cumulative burden of surviving childhood cancer: an initial report from the St Jude Lifetime Cohort Study. The Lancet, 390(10112), 2569–2582.
  • Berard, S., Morel, S., Teasdale, E., et al. (2020). Diet quality is associated with cardiometabolic outcomes in survivors of childhood leukemia. Nutrients, 12(7), 2137.
  • Quidde, J., von Grundherr, J., Koch, B., et al. (2016). Improved nutrition in adolescents and young adults after childhood cancer – INAYA study. BMC Cancer, 16, 872.


Ditinjau oleh

dr. Achmad Arrizal, MMRS, SpPK, FISQua