Sering Nyeri Saat Buang Air Kecil dan Urin Keruh? Kenali Infeksi Saluran Kencing dan Cara Mengatasinya

Sering Nyeri Saat Buang Air Kecil dan Urin Keruh? Kenali Infeksi Saluran Kencing dan Cara Mengatasinya

Infeksi saluran kencing atau Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah kondisi medis yang terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang di salah satu bagian sistem kemih, seperti uretra, kandung kemih, ureter, atau ginjal. Penyakit ini tergolong umum dan dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita.

ISK yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari infeksi ginjal hingga penyebaran bakteri ke aliran darah. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala, penyebab, serta langkah pencegahan dan pengobatannya sejak dini.


Apa Itu Infeksi Saluran Kencing (ISK)?

Infeksi saluran kencing adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang sistem kemih. Sebagian besar kasus ISK terjadi pada uretra dan kandung kemih, namun infeksi juga dapat menjalar hingga ginjal jika tidak diobati.

Gejala yang sering dirasakan antara lain:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil meskipun urine yang keluar sedikit
  • Urine keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah

Menurut Flores-Mireles et al. (2015), sekitar 75–95% kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari saluran pencernaan dan masuk melalui uretra.


Jenis-Jenis Infeksi Saluran Kencing

Berdasarkan lokasi infeksinya, ISK dibagi menjadi beberapa jenis:

1. Uretritis

Infeksi yang terjadi pada uretra, ditandai dengan nyeri saat berkemih dan rasa tidak nyaman di area genital.

2. Sistitis

Infeksi pada kandung kemih yang paling sering terjadi. Gejalanya meliputi sering buang air kecil, nyeri perut bawah, dan urine keruh.

3. Pielonefritis

Infeksi ginjal yang bersifat lebih serius. Kondisi ini dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri pinggang, mual, dan menggigil, serta membutuhkan penanganan medis segera.


Penyebab Infeksi Saluran Kencing

Penyebab utama ISK adalah infeksi bakteri, terutama E. coli. Selain itu, bakteri lain seperti Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus saprophyticus juga dapat menjadi penyebab.

Bakteri masuk ke saluran kemih melalui uretra, kemudian berkembang biak di kandung kemih. Jika daya tahan tubuh lemah atau terdapat gangguan aliran urine, bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan infeksi.

Penelitian oleh Hooton (2012) menyebutkan bahwa gangguan pengosongan kandung kemih dan kebersihan area genital yang kurang baik turut meningkatkan risiko ISK.


Gejala Infeksi Saluran Kencing

Gejala ISK dapat bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan lokasi infeksi. Beberapa gejala yang umum meliputi:

  • Nyeri atau rasa panas saat buang air kecil
  • Sering ingin buang air kecil
  • Urine berwarna keruh atau berdarah
  • Urine berbau tajam
  • Nyeri perut bagian bawah atau pinggang
  • Demam dan menggigil (pada infeksi berat)

Faktor Risiko Infeksi Saluran Kencing

  • Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko ISK antara lain:
  • Wanita (uretra lebih pendek)
  • Penggunaan kateter urin jangka panjang
  • Riwayat operasi atau tindakan medis pada saluran kemih
  • Batu ginjal atau sumbatan saluran kemih
  • Menopause
  • Daya tahan tubuh menurun

Menurut Zalfa & Erna (2019), perubahan hormon pada wanita menopause dapat menurunkan perlindungan alami saluran kemih terhadap bakteri.


Komplikasi Infeksi Saluran Kencing

Jika tidak diobati, ISK dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Infeksi ginjal (pielonefritis)
  • Kerusakan ginjal permanen
  • Urosepsis, yaitu penyebaran bakteri ke aliran darah yang dapat berujung pada syok hingga kematian

Pada ibu hamil, ISK juga berisiko meningkatkan kejadian kelahiran prematur.


Pengobatan Infeksi Saluran Kencing

Pengobatan utama ISK adalah antibiotik, yang disesuaikan dengan hasil kultur urine. Pasien dianjurkan untuk:

  • Menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter
  • Minum air putih yang cukup
  • Tidak menahan buang air kecil
  • Menjaga kebersihan area genital

Menurut Gupta et al. (2011), kepatuhan terhadap terapi antibiotik sangat penting untuk mencegah kekambuhan dan resistensi bakteri.


Berapa Lama Infeksi Saluran Kencing Sembuh?

  • ISK ringan (sistitis): biasanya membaik dalam 2–5 hari setelah antibiotik
  • ISK berat (infeksi ginjal): membutuhkan perawatan lebih lama dan pemantauan ketat di rumah sakit


Cara Pencegahan Infeksi Saluran Kencing

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Membersihkan area genital dengan benar
  2. Tidak menahan buang air kecil
  3. Minum air putih yang cukup
  4. Menghindari produk pembersih kewanitaan berpewangi
  5. Buang air kecil setelah berhubungan intim
  6. Menggunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat


Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami:

  1. Nyeri berkemih disertai demam
  2. Urine bercampur darah
  3. Nyeri pinggang
  4. Gejala tidak membaik dalam 48 jam


Infeksi saluran kencing tidak boleh dianggap sepele. Dengan dukungan dokter spesialis urologi dan teknologi medis modern, IHC RS Lavalette siap membantu diagnosis dan pengobatan ISK secara cepat dan tepat.


Jadwal Dokter Spesialis Urologi IHC RS Lavalette


Daftar Pustaka

  1. Flores-Mireles, A. L., Walker, J. N., Caparon, M., & Hultgren, S. J. (2015). Urinary tract infections: epidemiology, mechanisms of infection and treatment options. Nature Reviews Microbiology.
  2. Hooton, T. M. (2012). Uncomplicated urinary tract infection. New England Journal of Medicine.
  3. Gupta, K., Hooton, T. M., Naber, K. G., et al. (2011). International clinical practice guidelines for the treatment of acute uncomplicated cystitis and pyelonephritis. Clinical Infectious Diseases.
  4. Zalfa, & Erna. (2019). Faktor risiko dan pencegahan infeksi saluran kemih. Jurnal Kesehatan.