Jangan Panik, Tidak Semua Benjolan di Payudara Berarti Kanker

Jangan Panik, Tidak Semua Benjolan di Payudara Berarti Kanker

Perubahan pada payudara sering kali menimbulkan kekhawatiran. Wajar jika muncul rasa cemas saat menemukan benjolan atau gejala lain, namun perlu diketahui bahwa tidak semua perubahan di payudara berarti kanker payudara.


Menurut Mayo Clinic (2024), banyak benjolan payudara bersifat jinak (non-kanker) dan dikenal sebagai benign breast disease atau penyakit payudara jinak. Meskipun tidak berbahaya, sebagian kondisi ini tetap memerlukan pemantauan atau penanganan medis.


Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Setiap gejala seperti benjolan, nyeri payudara, atau keluar cairan dari puting sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan bisa berupa:

  • Pemeriksaan fisik oleh tenaga medis
  • USG atau mammografi
  • Biopsi bila diperlukan

Deteksi dini membantu dokter membedakan apakah perubahan tersebut jinak atau perlu penanganan lebih lanjut.


Jenis-Jenis Penyakit Payudara Jinak

1. Fibroadenoma

Merupakan tumor jinak paling umum, sering ditemukan pada wanita usia 15?35 tahun.

Biasanya terasa sebagai benjolan bulat, padat, dan kenyal. Sebagian besar fibroadenoma tidak memerlukan operasi, cukup dipantau dengan USG berkala karena tidak meningkatkan risiko kanker di kemudian hari.

2. Kista Payudara

Kista adalah benjolan berisi cairan yang dapat menimbulkan nyeri atau rasa tidak nyaman. Umumnya terjadi pada wanita usia 35?60 tahun dan bisa berubah ukuran mengikuti siklus menstruasi.

Kista tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

3. Mastitis

Peradangan pada jaringan payudara akibat sumbatan saluran ASI atau infeksi bakteri.

Biasanya dialami oleh ibu menyusui, namun juga bisa terjadi di luar masa laktasi. Gejalanya berupa nyeri, bengkak, kemerahan, dan rasa hangat pada payudara.

Pengobatan dilakukan dengan antibiotik dan obat pereda nyeri, dan tidak meningkatkan risiko kanker.

4. Papiloma

Pertumbuhan jinak di saluran susu (duktus) payudara. Dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting atau munculnya benjolan kecil di bawah areola.

Terkadang diperlukan biopsi atau operasi untuk memastikan tidak ada sel abnormal (atipikal).

5. Atypical Hyperplasia

Merupakan kondisi jinak dengan pertumbuhan sel yang tidak normal pada saluran atau lobulus payudara.

Meskipun bukan kanker, atypical hyperplasia dapat meningkatkan risiko kanker payudara di masa depan, sehingga dokter biasanya menyarankan pengawasan lebih ketat dan skrining rutin.


Tidak Semua yang Tampak Seperti Kanker, Adalah Kanker

Dalam beberapa kasus, benjolan pada payudara yang tampak mencurigakan ternyata bukan kanker payudara primer, melainkan metastasis dari organ lain, misalnya kanker ginjal atau paru.

Kasus seperti ini jarang terjadi, namun menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga medis dan pemeriksaan histopatologi sebelum menegakkan diagnosis.

Selain itu, penelitian dari Diagnostic and Interventional Imaging (Larribe et al., 2014) menunjukkan bahwa sekitar 10?20% benjolan bulat dengan batas tegas di payudara ternyata bersifat ganas, misalnya karsinoma meduler atau mucinous carcinoma.

Karena itu, setiap benjolan tetap perlu diperiksa secara medis meskipun terlihat jinak.


Tidak semua benjolan di payudara adalah kanker. Namun, setiap perubahan, sekecil apa pun tidak boleh diabaikan. Pemeriksaan oleh dokter dan skrining seperti SADANIS (Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Medis) serta mammografi dapat membantu membedakan kondisi jinak dan ganas sejak dini.


Segera lakukan skrining payudara di RS Lavalette untuk pemeriksaan menyeluruh dengan dokter spesialis. Mencegah lebih baik daripada terlambat.


Jadwal Dokter Spesialis Bedah Onkologi IHC RS Lavalette


Daftar Pustaka

  1. Mayo Clinic. (2024). Benign breast disease: Not all breast changes are cancer.
  2. Larribe, M., Thomassin-Piana, J., Jalaguier-Coudray, A. (2014). Breast cancers with round lumps: Correlations between imaging and anatomopathology. Diagnostic and Interventional Imaging, 95(1), 37?46

Skrining Sekarang