Jangan Terhalang Mitos, Lakukan Skrining Kanker Payudara Sejak Dini
Di Indonesia, kanker payudara menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita, dengan lebih dari 65.000 kasus baru dilaporkan pada tahun 2020. Yang memprihatinkan, lebih dari setengah pasien baru diketahui pada stadium lanjut.
Kenapa Deteksi Dini Itu Penting?
Kanker payudara yang ditemukan pada tahap awal memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi. Deteksi dini membuat pengobatan menjadi lebih ringan, lebih murah, dan lebih efektif. Studi di Indonesia menunjukkan bahwa penerapan skrining mammografi setiap 3?4 tahun pada wanita usia 40?65 tahun merupakan strategi paling efisien dan hemat biaya, bahkan jika hanya setengah dari populasi wanita berpartisipasi.
?Saya Tidak Punya Riwayat Keluarga, Jadi Saya Aman, Kan??
Faktanya, hanya sekitar 10% kasus kanker payudara yang bersifat genetik. Artinya, siapa pun bisa terkena ? bahkan tanpa riwayat keluarga. Karena itu, skrining rutin tetap penting, meski Anda merasa sehat dan tidak memiliki faktor risiko.
Jangan Terhalang oleh Mitos
Banyak wanita melewatkan pemeriksaan mammografi karena alasan yang sebenarnya bisa diatasi.
Berikut beberapa mitos umum dan faktanya:
- ?Saya takut radiasi.?
- Dosis radiasi dari mammografi sangat kecil. Risiko radiasi jauh lebih kecil dibanding manfaat deteksi dini.
- ?Saya malu atau tidak nyaman.?
- Tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan adalah profesional terlatih dan akan menjaga privasi Anda.
- ?Mahal.?
- Sebagian besar asuransi, termasuk BPJS Kesehatan, menanggung biaya skrining ini. Beberapa program pemerintah juga menyediakan layanan pemeriksaan gratis di bulan Oktober.
Gaya Hidup untuk Menurunkan Risiko
Selain melakukan pemeriksaan, Anda juga bisa mengurangi risiko dengan langkah-langkah sederhana:
- Jaga berat badan ideal. Konsumsi lebih banyak buah, sayur, dan sumber protein tanpa lemak.
- Aktif bergerak. Cukup 150 menit olahraga sedang per minggu, misalnya berjalan cepat atau bersepeda santai.
- Batasi alkohol. Cukup satu gelas kecil per hari atau hindari sama sekali.
- Hindari terapi hormon pascamenopause jangka panjang.
Kapan Harus Mulai Skrining?
Berdasarkan rekomendasi penelitian terbaru dan pedoman nasional, wanita sebaiknya:
- Melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap bulan mulai usia 20 tahun.
- Melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) setiap 1?3 tahun mulai usia 25 tahun.
Melakukan mammografi rutin setiap 1?2 tahun mulai usia 40 tahun, atau lebih awal jika ada riwayat keluarga dengan kanker payudara.
Kanker payudara bisa menyerang siapa saja, tetapi deteksi dini memberi kesempatan hidup yang jauh lebih baik. Jangan tunggu gejala muncul, jadikan pemeriksaan payudara sebagai bagian dari rutinitas kesehatan Anda.
Daftar Pustaka
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Breast Cancer Statistics. 2024.
- American Cancer Society. Breast Cancer Facts & Figures. 2023.
- Icanervilia, A.V. et al. (2025). Cost-Effectiveness Analysis of Mammography-Based Breast Cancer Screening in Indonesia. Value in Health Regional Issues, 48, 101112.
- Mayo Clinic Health System. Common Excuses for Skipping a Mammogram ? and Why You Shouldn?t. 2024.
- World Health Organization (WHO). Breast Cancer: Early Diagnosis and Screening Guidelines. 2023.
Jadwal Dokter Spesialis Bedah Onkologi
