Jaga Kolesterol, Cegah Serangan Jantung: Waspada Risiko di Tempat Kerja

Jaga Kolesterol, Cegah Serangan Jantung: Waspada Risiko di Tempat Kerja

Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor pekerjaan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan jantung (S?nchez-Lite et al., 2024). Oleh karena itu, memahami peran kolesterol dan faktor pemicu lainnya sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung.


Apa Itu Kolesterol dan Mengapa Penting?

Kolesterol adalah zat lemak berbentuk lilin yang ada di dalam semua sel tubuh kita. Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel, hormon, dan vitamin D. Sumber kolesterol berasal dari dua hal: diproduksi oleh hati dan masuk melalui makanan yang kita konsumsi. Kolesterol dibawa melalui darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat membahayakan. Jika berlebihan, kolesterol dapat menempel di dinding pembuluh darah sehingga membentuk plak. Plak inilah yang membuat pembuluh darah menyempit dan kaku, lalu meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke (American Heart Association, 2023).

Ada dua jenis kolesterol yang perlu dikenali:

  • HDL (High-Density Lipoprotein): sering disebut kolesterol baik, karena membantu mengangkut kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang.
  • LDL (Low-Density Lipoprotein): dikenal sebagai kolesterol jahat, karena bila terlalu tinggi dapat menumpuk di pembuluh darah dan memicu sumbatan.

Orang dengan kadar LDL tinggi dan HDL rendah lebih berisiko mengalami serangan jantung.


Faktor Risiko Serangan Jantung di Pekerjaan

Selain gaya hidup, kondisi pekerjaan ternyata juga bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Spanyol terhadap lebih dari 7 juta data kecelakaan kerja (2009?2021), ditemukan bahwa 35% kecelakaan kerja yang berakibat fatal disebabkan oleh serangan jantung (Fuentes-Bargues et al., 2024).

Faktor risiko yang berhubungan dengan pekerjaan antara lain:

  • Stres kerja berlebihan: tekanan tinggi, jam kerja panjang, dan kurang istirahat terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung (Kivim?ki et al., 2015).
  • Pekerjaan dengan risiko tinggi: sektor transportasi, konstruksi, manufaktur, serta tenaga kesehatan dan sosial menjadi kelompok dengan jumlah serangan jantung tertinggi (S?nchez-Lite et al., 2024).
  • Usia dan jenis kelamin: pekerja laki-laki di atas 50 tahun lebih rentan mengalami serangan jantung di tempat kerja (WHO, 2021).
  • Gaya hidup tidak sehat di lingkungan kerja: seperti kurang aktivitas fisik, merokok, pola makan tinggi lemak, atau kebiasaan begadang.

Baca Juga : Waspadai Serangan Jantung: Gejala, Pertolongan Pertama dan Pencegahan


Bagaimana Menjaga Kadar Kolesterol dan Mencegah Serangan Jantung?

Kabar baiknya, kolesterol tinggi bisa dicegah dan dikendalikan dengan perubahan gaya hidup:

Pola makan sehat jantung

Kurangi konsumsi lemak jenuh (daging merah, produk susu full cream) dan gorengan. Perbanyak buah, sayur, ikan, kacang-kacangan, dan gandum utuh.

Aktivitas fisik teratur

Usahakan olahraga minimal 150 menit per minggu. Jalan cepat, bersepeda, atau berenang adalah pilihan sederhana.

Berhenti merokok dan vaping

Kebiasaan ini menurunkan kadar HDL (kolesterol baik) dan merusak pembuluh darah.

Menjaga berat badan ideal

Turunkan 5?10% berat badan bila mengalami obesitas, karena dapat membantu memperbaiki profil kolesterol.

Rutin cek kolesterol

Pemeriksaan kadar kolesterol disarankan mulai usia 18 tahun setiap 5 tahun sekali, atau lebih sering bila ada riwayat keluarga penyakit jantung, diabetes, atau obesitas.

Serangan jantung bukan hanya akibat faktor medis seperti kolesterol tinggi, tetapi juga dipengaruhi kondisi pekerjaan dan gaya hidup sehari-hari. Dengan mengenali faktor risiko serta rutin memeriksakan kesehatan, Anda dapat menurunkan risiko serangan jantung secara signifikan.


Daftar Pustaka

  • American Heart Association. (2023). Cholesterol and Heart Disease.
  • Fuentes-Bargues, J.L., S?nchez-Lite, A., Iglesias, I., & Gonz?lez-Gaya, C. (2024). Proposal of a workplace classification model for heart attack accidents from the field of occupational safety and health engineering. Heliyon, 10, e37647.
  • Kivim?ki, M., et al. (2015). Work stress as a risk factor for cardiovascular disease. The Lancet, 385(9972), 1783?1791.
  • World Health Organization. (2021). Cardiovascular Diseases (CVDs) Fact Sheet.


Jadwal Dokter Spesialis Jantung klik disini